Mayday.
Udah lama juga ternyata ini tumblr kering :)
“Temani aku Bunda”
Kaus itu di kenakan sekenanya saja. Aku tahu si pemakai kaus itu memang sangat sayang pada Bundanya. Seperti juga aku.
***
Kita terlalu terpengaruh pada simbol. Mindset kita telah dipermainkan oleh ‘mereka’. Pernah ada seorang seniman, dia membuat lukisan kaligrafi yang sangat indah sekali, hingga saat istrinya pulang arisan, istri teman-temannya itu pun sangat terperangah melihat keindahan kaligrafi tersebut. Sang seniman hanya tertawa-tawa saja. Padahal arti dari kaligrafi tersebut adalah kotoran. Ini bukti bahwa masyarakat kita masih sering menomersatukan simbol ketimbang mencari tahu dan mau tahu esensi dari simbol itu sendiri. Padahal ‘mereka’ berbicara lewat simbol.
***
Kita ini bukan negeri kapitalis, tapi negeri BUDAK kapitalis.
***
Sebenarnya kemerdekaan kita masih ambigu. Semenjak SD kita di ajarkan bahwa kita meraih sendiri kemerdekaan kita. Tapi mau dikemanakankah fakta tentara Jepang pulang kampung, karena negerinya porak poranda. Bukankah disaat itu kita mengambil ‘kesempatan’ untuk proklamasi? Kita raih atau kita beruntung?
***
Dulu bahkan sampai sekarang, selalu berteriak, Merdeka atau Mati!!!
Faktanya kita kini, merdeka tidak, mati pun tidak.
***
Aku ingin tahu, wujud asli burung Garuda itu bagaimana? Tidak ada? Jadi selama ini kita menggunakan burung mitos? Pantaslah dukun pun laris manis.
***
Ketika seseorang meminta dirinya sendiri dipilih untuk memimpin kelompok orang. Faktanya untuk biaya promosi dirinya saja tidak murah. Setelah dia duduk di kepemimpinan, mana ada manusia yang mau rugi. Pikirkan lagi. Malas mikirkannya? Terlalu berat? Yasudahlah.
***
Seharusnya kepada para pelajar ditanyakan, “Setelah lulus mau buat apa?” Nyatanya kita ditanyakan “Mau kerja dimana setelah lulus?” Persoalan mental. Mental pekerja. Yang penting bisa makan. Itulah masyarakat kita sekarang.
***
Kapan aku pulang Bunda? Pulang ke pelukanmu, ke tempat tidur hangatku dan kau pun menceritakan kisah nabi menjelang tidurku, yang membuatku tau pernah ada peradaban terbaik hidup diatas bumi ini. Dan aku pun bermimpi.
Sekalipun aku sedang rehat dan berteduh di bawah kenyamanan.
Aku masih merindumu.
Melihat celah yang dapat aku lalui untuk menjemputmu.
Menyiapkan kaki untuk melangkah lebih jauh lagi.
Menyiapkan hati untuk bisa menerimamu.
Menyiapkan jiwa untuk pantas bersanding denganmu.
Menyiapkan taqwa untuk bekal kita bersama.
Tidak perlu menungguku, sibukkan saja harimu.
Kita akan bertemu di persimpangan jalan itu.
Karena ini langkahku, ini hatiku.
Tapi ini langkahku, ini hatiku.
Karena aku lelaki.
Imammu.
Mengetahui tentang ini aku merasa malu.
Malu hanya jadi benalu.
Malu karena tidak dari dulu aku tersadar.
Namun sekarang aku tersadar di saat yang sulit.
Membuatku berfikir, aku harus bagaimana.
Harusah ini ku jalani?
Meninggalkan hidupku yang biasa, untuk jadi istimewa.
Haruskah juga dengan meninggalkan teman-temanku?
Aku tahu, yang aku tahu baru setitik.
Aku ingin lebih banyak tahu lagi.
Aku tak ingin setengah setengah.
Inikah titik balik itu?
Ini kah yang sering ku sebut fase metamorfosis?
Tuhan, aku tahu petunjukmu telah Engkau kirimkan lebih dari 14 abad yang lalu.
Lalu kenapa aku harus ragu hanya karena kebiasaan yang telah menjadi seolah-olah benar di mata kami saat ini.
Aku ingin meraih hidayahMu, tapi kenapa aku masih takut.
Apa yang harus aku takutkan lagi selain dirMu Tuhan.
Aku takut kesepian, sementara Engkau selalu ada.
Aku takut di pojokkan, sementara Engkau Mahaluas
Aku takut di hindari, sementara Engkau lebih dekat dari urat nadiku.
Lalu jika mendekatiMu adalah suatu kebenaran, lalu kenapa aku masih susah melangkah?
Apa karena shahadatku belum sempurna?
Apa karena aku belum menempatkan Engkau sepenuhnya di hati ini?
Apa karena aku belum menyadari kalau sebenarnya tujuanku hidup di dunia ini adalah surgaMu?
Setidaknya tolong jangan aku saja yang Engkau sadarkan
Baiklah, berarti ini tugasku untuk menyampaikannya.
Bukan, ini tugas seluruh ummatMu.
Bantu lidahku lancar menyampaikannya dan tubuhku mudah mengamalkannya.
Tuhan, Engkau tahu apa yang aku rasakan.
Kebimbangan ini, aku mohon segera tariklah.
Ringankan hati dan pikiranku untuk menerima petunjukMu.
Dan juga mereka, teman-temanku, saudaraku, keluargaku.
Mudahkan juga mereka menerimaNya.
Tuhan, tolong hilangkan rasa takut ini.
Aku tak tahu berasal dari mana rasa takut ini.
Tolong gantikan dengan rasa berani.
Berani mati, berani syahid, berani berkata benar, berani malu, berani beda, berani di caci, berani di hina, berani di tentang, berani menyampaikan risalahMu Tuhan.
Aku sadar, inilah sebenarnya tugasku, tugas kami.
Tolong bantu kami Ya Rabb.
Semilirnya angin di pagi yang dingin. Menenangkan hati yang lama sunyi. Mengingatkanku kepada… http://wp.me/sCTxs-21
Semilirnya angin di pagi yang dingin.
Menenangkan hati yang lama sunyi.
Mengingatkanku kepada sesuatu. (Letto)Alhamdulillah.
Dia memang penuh misteri, aku di libatkan dalam hal-hal luar biasa yang tak terbayangkan kesan baiknya yang terukir di hati ini.
A…
Tiap persinggahan ada ribuan kenangan, perjalanan ini tak akan pernah tergantikan.
Aku pernah bermimpi.
Saat itu aku tengah terduduk ntah dimana, gelap semua.
Tiba-tiba ada yang menarik lenganku, aku melihat ke atas. Dia seseorang, wanita, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya, rambutnya tergerai indah, memakai pakaian merah muda, dia hanya menatap ke depan sambil terus menarik tanganku, memaksaku berdiri dan mengikutinya. Aku melihat ke arah dia melihat, di sana ada cahaya putih terang, seperti sebuah pintu ke tempat lain, kami terus mendekat dan seketika aku terbangun.
Aku berusaha menerjemahkan sendiri mimpi itu.
Aku di tarik ke suatu tempat lain dari tempatku semula oleh seorang wanita, seenaknya saja dia menarik tanganku tanpa berkata apa-apa. Apakah berarti dia sudah mengenal baik aku? Siapa dia? Tempat apakah itu?
Yang aku pikirkan setelah mimpi itu dia adalah temanku, sahabat-sahabatku yang di Tuhan telah memilih mewakilkannya lewat wanita sederhana itu yang membawa perubahan berarti di hidupku yang menegaskan pada hatiku bahwa aku tak sendiri.
Atau mungkin dia itu istriku di masa depan, sosok pendampingku, ibu dari anak-anakku, ratu di istanaku, yang setia mendampingi ketika gelap dan terang, yang setia mengasihi di susah dan senang, yang bisa saling denganku. Ah, jika memang iya, pernahkah kita bertemu sayang? aku seperti tak asing denganmu di mimpi itu. Mimpi semimpi-mimpinya.
Kemana aku melangkah. Kau yang menentukan arah.
Jepret
Perempuan datang Atas nama. Winda amelia, terdampar di Istora senayan kala itu, bertemulah dengan saya minta photo bareng, kesibukanya ngajar mahasiswa. Dalam Arti
“Dosen.”wih, entalah. Rumahnya jauh di padang bukit tinggi, ngakunya Anak 5cm. mungkin kalian kenal ?
Wah. Sepertinya saya tidak asing dengan kaos 5cm nya #loh :D
[video]
Halo Muhammad Andromedaamin. Selamat pagi. Hari ini tanggal 9 Februari 2013 aku baru aja nympek di rumah kedua ku hahaha. Tau sendirikan 3 minggu full aku berkelana haha demi dirimu *apaa sihh -__-
Akuu pengen cepet2 nulis ini takut lupa hahaha. Selamat ulang tahun ke 19 Sahabatku, Saudaraku, Mybestbrader dll * backsound Selamat Ulang Tahun – Ten2Five
Gak ada yang isimewa kan diulang tahunmu kemaren kan? Yaiyalah Cuma aku yang bisa buat itu istimewa hahah. Gk banyak cingcong aku, semogaa kau bisa datang diwisudaku 2014 mendatang #InsyaAllah. Semogaa kita bisa menaklukkan puncak MAHAMERU bersama-sama. Semogaa kauu tetap menjadi Andromeda yang pernah kusebutkan sebelumnya. Semogaa aku bisa berkunjung kerumahmu. Semoga kita bisa hunting tempat2 excited bareng. Dan yang terpenting semoga kau menjadi pribadii yang lebih baik dan jauh lebih baik lagi. Amiin Ya RabbalAlamin
Salam rindu selalu dari Cantika Pratiwi * Nama samaran hahahah
Namamu dan salam hangat darimu udah kusampaiakan pada puncak Bromo, dy menunggu kedatanganmu katanyaa hahaha.
NB: ditulis dipasir bromo, tinggal jasad yang belum kesana :)
[video]
Niat merupkan ibadah kalbu. Sementara Amal merupakan ibadah tubuh. Tentu saja, amal kalbu lebih berbekas dan lebih bermanfaat.
— Latha’if al-minan
menyadari semua milik-NYA, tapi tetap ada perasaan takut kehilangan! aku tidak benar2 menyadarinya…ALLOH, save me from myself! please! —
MonsterLakban
(via extraandinary)
Kini tak ada waktu untuk berpikir tentang apa yang tak kau miliki. Berpikirlah tentang apa yang bisa kau lakukan dengan apa yang ada. — Ernest Hemingway (via odysseyofmine)
(via extraandinary)